Kisahnabi Musa dan nabi Khidir adalah salah satu kisah dalam Al-Qur'an yang paling terkenal. Kisah ini bercerita tentang perjalanan pengembaraan ilmu nabi Musa as ketika berguru perihal hikmah dan spritualitas dengan salah seorang hamba Allah swt yang telah dianugerahkan ilmu laduni (hikmah dan ma'rifah), yakni nabi Khidir as.. Kisah nabi Musa dan Nabi Khidir ini diceritakan lengkap dalam
NabiHarun alaihissalam sekitar 1531-1408 SM adalah salah seorang nabi yang telah diminta oleh Nabi Musa pada Allah dalam membantu menegakkan agama Allah. قال رب إني ظلمت نفسي فاغفر لي فغفر له إنه هو الغفور الرحيم Beliau berkata Wahai Rabbku sesungguhnya aku mendholimi diriku sendiri maka ampunilah.
KisahNabi Ayub 'alaihissalam disebutkan dalam Alquran pada dua surah, pertama dalam surah Al-Anbiya`, Allah berfirman : Berbeda dengan kisah Nabi Musa, Nabi Yusuf, Syu`aib, atau Nabi Shalih 'alaihimassalam, maka kisah Nabi Ayub 'alaihissalam sangat pendek. Oleh karenanya jika kita ingin mengetahui kisah Nabi Ayub 'alaihissalam
12 Surah Al-Hajj (Surah ke-22) Pada surah ini tidak dijelaskan banyak mengenai Nabi Musa 'alaihissalam. dan penduduk Madyan, dan telah didustakan Musa, lalu Aku tangguhkan (azab-Ku) untuk orang-orang kafir, kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencian-Ku (kepada mereka itu).
Berikutini penjelasan singkat tentang 10 perintah ajaran Nabi Musa ' alaihissalam melansir laman Pertama, jangan menyembah Tuhan selain Allah ﷻ. Dalam surat Al Baqarah ayat 163 disebutkan: وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ
. Musa AS, Nabi yang Paling Banyak Dikisahkan Dalam Al-Qur’an Banyak orang yang menduga bahwa kisah Nabi Muhammad SAW paling banyak diceritakan dalam Alquran. Sebab Alquran adalah mukjizat yang diberikan kepada Rasulullah SAW. Namun sebenarnya, Nabi Musa AS adalah nabi yang kisahnya paling banyak diceritakan dalam Alquran. Nabi Musa disebutkan lebih dari 120 kali dalam kitab suci Nabi Musa AS banyak disebutkan dalam berbagai surah dan diceritakan dengan sangat rinci. Secara detail, kisah Nabi Musa AS diceritakan dalam surat Al-Baqarah, Al-A’raf, Thaha, dan al-Qashas. Mengapa Lalu mengapa kisah nabi Musa AS justru paling banyak disebutkan dalam Alquran? Rupanya ada tiga penyebab mengapa kisah nabi Musa AS banyak diceritakan dalam pertama yaitu karena Musa AS adalah nabi yang paling banyak menerima ujian. Dalam surat Thaha ayat 40, Allah menyebutkan bahwa Nabi Musa AS adalah nabi yang paling banyak memiliki cobaan. Allah berfirman, “Aku akan mengujimu dengan berbagai macam ujian.” QS. Thaha 40Nabi Musa AS mengalami beragam kesulitan dalam hidupnya karena terlahir saat Mesir berada di bawah kepemimpinan Fir’aun. Fir’aun merupakan raja zalim yang menyebut dirinya sendiri sebagai tuhan. Sebagaimana disebutkan dalam Surat An-Nazi’at Ayat 24 Firaun berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi ” QS. An-Nazi’at Ayat 24Saat itu, orang-orang Yahudi dan anak-anak Israel berada pada tingkatan terendah masyarakat Mesir serta menjadi budak dan pelayan. Dalam kondisi tersebut, Musa mengalami cobaan yang berat dengan menghadapi Firaun dan menghadapi kaum Bani Israil yang keras kepala. Kisah Nabi Musa AS banyak disebutkan dalam Al Qur’an agar menjadi bahan pelajaran bagi seluruh umat islam. Sebab kisah Nabi Musa AS tidak hanya berhubungan dengan dirinya sebagai pribadi, namun juga berhubungan dengan kaum yang diselamatkan dari pimpinan tirani yang karena kisah Nabi Musa AS memiliki kesamaan dengan kisah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itulah kisah Nabi Musa AS mendapatkan perhatian khusus di dalam Al Qur’an. Apa yang terjadi pada bangsa Israel juga terjadi pada umat Nabi Muhammad. Dalam kehidupan Nabi Musa AS, Firaun mewakili rezim tirani yang bengis. Sementara itu dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, para pemimpin suku Quraisy mewakili tirani yang menganiaya para budak dan orang yang yang ketiga, pengalaman hidup Nabi Musa AS dengan umatnya dapat memberi manfaat bagi umat islam. Salah satunya, agar tidak mencontoh perilaku Bani Israil yang keras kepala. Seperti saat umat Bani Israil begitu keras kepala dan berdebat tentang sapi. Saat itu Bani Israil diperintah Allah untuk menyembelih seekor sapi, namun mereka berbantah-bantah dan selalu menanyakan tentang spesifikasi sapi tersebut. Kisah tersebut akan mengajarkan umat islam untuk menghindari perdebatan tidak penting seperti yang dilakukan oleh umat mengapa kisah Nabi Musa AS justru lebih banyak disebutkan dalam Al Qur’an dibandingkan dengan kisah Nabi Muhammad SAW. Pertama, yaitu karena Nabi Musa AS adalah Nabi yang paling banyak mendapatkan ujian, Nabi Musa AS memiliki kesamaan kisah perjuangan dengan Nabi Muhammad SAW. Pasalnya, Nabi Musa AS dan Nabi Muhammad SAW sama-sama berjuang melakukan pembebasan dari tirani yang zalim dan berjuang memimpin umatnya. Sedangkan yang ketiga, agar umat islam tidak keras kepala dan melakukan perdebatan-perdebatan tidak penting seperti yang dilakukan oleh kaum Bani a’lam.
Kisah Nabi Musa, Foto Dok. kidscornerNabi Musa merupakan salah satu utusan Allah yang selama hidupnya banyak diberikan cobaan yang bertubi-tubi. Kisah Nabi Musa juga diceritakan dalam Alquran saat membelah lautan karena diberikan mukjizat oleh Allah SWT untuk membelah laut dan menenggelamkan Firaun beserta pasukannya. Mukjizat membelah laut Nabi Musa ada dalam surah Taha ayat 77 tentang kisahnya yang dapat membelah laut dari sebuah tongkat yang ketika dipukul ke tanah dapat membelah Musa memang dikenal sebagai orang yang berani menentang Firaun yang telah melampaui batas. Nabi Musa kala itu berusaha meluluhkan hati Firaun namun gagal hingga membuat Firaun memerintahkan pasukannya untuk menangkap Nabi Musa. Saat Nabi Musa dan para pengikutnya dikejar oleh pasukan Firaun, mereka terjebak di ujung perbatasan laut hingga tidak memiliki jalan keluar, kecuali melewati laut yang disebut dengan nama Laut Nabi Musa dalam AlquranSaat itulah, Nabi Musa memukul tongkatnya ke tanah hingga lautan seketika terbelah, lalu Nabi Misa dan pengikutnya pun berjalan di tengah-tengah laut yang terbelah. Berikut dalil Alquran Surah Taha ayat 77وَلَقَدْ اَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْ فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيْقًا فِى الْبَحْرِ يَبَسًاۙ لَّا تَخٰفُ دَرَكًا وَّلَا تَخْشٰىWa laqad auḥainā ilā mụsā an asri bi'ibādī faḍrib lahum ṭarīqan fil-baḥri yabasal lā takhāfu darakaw wa lā takhsyāArtinya Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, 'Pergilah bersama hamba-hamba-Ku Bani Israil pada malam hari, dan pukul lah buat lah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, engkau tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir akan tenggelam.'Lalu, saat Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke tanah, ia mengucapkan doa membelah lautan, yaituاَللهم لَكَ الْحَمْدُ وَاِلَيْكَ الْمُشْتَكَى وَاَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِAllahumma lakal hamdu wa ilaikal Musytaka wa Antal Musta'aan wa laa haula walaa quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhiim'.Artinya Ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, hanya kepada-Mu lah kami mengadu, dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan. Tiada daya untuk menghindari maksiat dan tiada kekuatan untuk taat, kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Maha Firaun dan pasukannya mengejar Nabi Musa mengikuti jalur yang lautannya sudah terbelah oleh Nabi Musa, dengan mukjizat dari Allah SWT, Firaun dan pasukannya ditengelamkan ke dalam di surah Taha, kisah Nabi Musa juga difirmankan oleh Allah dalam surah Asy Syuara ayat 60-66. Saat melihat pasukan Firaun ikut masuk ke dalam lautan, para pengikut Nabi Nusa ketakutan, sehingga Nabi Musa menenangkan mereka karena Allah telah memberi petunjuk. Demikianlah kisah singkat tentang Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya dan menenggelamkan Firaun beserta pasukannya. Semoga kisah Nabi Musa dapat menambah keimanan kita kepada Allah SWT.
Ilustrasi Nabi Khidir. Foto pixabayIslam mengenal nabi sebagai seorang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk disampaikan kepada umatnya. Jumlahnya sangat banyak, yaitu sekitar 120 ribu. Jumlah ini disebutkan Rasulullah SAW dalam hadist berikutقلت يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمِ الْأَنْبِيَاءُ ؟ قَالَ مِائَةُ أَلْفٍ وَعِشْرُونَ أَلْفًا، قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمِ الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ؟ قَالَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَثَلَاثَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا“Aku berkata wahai Rasulullah, ada berapa jumlah Nabi? Rasulullah menjawab Nabi ada orang. Aku berkata wahai Rasulullah, ada berapa jumlah Rasul? Rasulullah menjawab Rasul ada 313 orang, mereka sangat banyak” HR. Ibnu Hibban didhaifkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Tahqiq Shahih Ibnu Hibban [2/79].Namun di antara semuanya, hanya 25 nabi saja yang wajib diketahui oleh setiap Muslim. Kisah mereka diabadikan dalam Alquran dan hadist untuk diambil pelajarannya. Dalam Alquran, Allah juga mengisahkan sosok nabi misterius yang bernama Nabi Khidir. Kisahnya diabadikan dalam Surat Al-Kahfi ayat 60-82. Seperti apa sosok Nabi Khidir? Sosok Nabi Khidir Nabi Khidir adalah sosok yang ditugaskan oleh Allah SWT untuk memberikan pelajaran kepada umat Muslim. Nama Nabi Khidir berasal dari bahasa Arab الخضر yang artinya 'seseorang yang hijau' atau 'seseorang yang melambangkan kesegaran jiwa dan pengetahuan'. Kisah Nabi Khidir banyak dibahas oleh cendekiawan Islam. Beberapa pendapat mengatakan bahwa sosoknya masih ada hingga saat ini. Sahabat Rasulullah SAW, Ibnu Abbas, mengatakan bahwa Nabi Khidir adalah salah seorang anak cucu Nabi Adam yang taat beribadah kepada Allah dan ditangguhkan ajalnya. Namun pendapat Ibnu Abbas ini masih diperdebatkan oleh para ulama. Kisah Nabi Khidir juga banyak diriwayatkan oleh para sahabat. Beliau dikenal sebagai orang shalih yang memiliki keistimewaan di sisi Allah. Banyak cerita yang mengisahkan pertemuan para sahabat dan tabi’in dengan Nabi antara semua kisahnya, kisah bersama Nabi Musa lah yang paling terkenal. Bahkan kisah ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Alquran Surat Al-Kahfi ayat 60-82. Ilustrasi Nabi Khidir. Foto pixabayKisah Nabi Khidir Bersama Nabi Musa ASKisah ini bermula ketika Nabi Musa berdiri di depan kumpulan orang Bani Israil dan kemudian ia ditanya, “Siapakah orang yang paling berilmu?” Lalu Musa menjawab, “Aku." Kemudian turunlah peringatan dari Allah SWT, “Sesungguhnya di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada kamu.”Nabi Musa pun bertanya siapakah orang yang lebih berilmu darinya itu dan di mana orang tersebut bisa ditemui. Lalu Allah menjawab, “Bawalah bersama kamu seekor ikan di dalam sangkar. Sekiranya ikan tersebut hilang, di situlah kamu akan bertemu dengan hamba-Ku itu.”Akhirnya Nabi Musa berangkat menemui orang itu bersama pembantunya. Sesampainya di sana, ia menemui sosok laki-laki yang berdiri di batu tempat bertemunya dua lautan. Orang itu kemudian dikenal dengan Nabi Khidir. Nabi Musa pun menyampaikan keinginannya untuk berguru kepada kepada beliau. Namun Nabi Khidir mengatakan bahwa sesungguhnya Nabi Musa tidak akan sabar jika bersamanya. Kemudian Nabi Musa mengatakan, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun." Akhirnya Nabi Khidir pun mengizinkan Musa untuk berguru padanya dengan satu syarat, yaitu jangan menanyakan apa pun sampai ia menerangkannya sendiri kepada Nabi Musa. Ilustrasi Nabi Khidir. Foto pixabayPerjalanan mereka dimulai dengan menaiki sebuah perahu. Di tengah perjalanan, Nabi Khidir melubangi perahu tersebut, sehingga perahu itu tenggelam ke dasar air. Nabi Musa tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Nabi Khidir, sehingga ia pun bertanya kepadanya. Nabi Khidir memperingatkan janji Nabi Musa di awal. Kemudian Nabi Musa pun meminta maaf dan berjanji untuk tidak bertanya lagi. Mereka melanjutkan perjalanan dan menjumpai seorang anak muda. Kemudian Nabi Khidir membunuh anak muda tersebut. Nabi Musa kembali menanyakan alasan Nabi Khidir melakukan perbuatan tersebut. Nabi Khidir memperingatkan kembali janji Nabi Musa di awal. Kemudian Nabi Musa mengatakan, “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup bersabar menerima alasan dariku."Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri. Mereka meminta dijamu oleh penduduknya, namun penduduk tersebut enggan melakukannya. Setelah dikecewakan oleh penduduk, Nabi Khidir memerintahkan Nabi Musa memperbaiki dinding suatu rumah yang rusak di daerah tersebut bersamanya. Kali ini Nabi Musa kembali tidak kuasa untuk bertanya kepada Nabi Khidir. Lalu Nabi Khidir pun berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya." Kemudian Nabi Khidir pun menjelaskan semuanya."Adapun perahu itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan perahu itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap adapun anak muda itu, maka kedua orangtuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan seorang anak lain yang lebih baik kesuciannya daripada anak itu dan lebih sayang kepada ibu bapaknya.Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang shalih. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya."Akhirnya Nabi Musa pun mengambil hikmah dari setiap perbuatan yang dilakukan Nabi Khidir. Ia merasa amat bersyukur karena telah dipertemukan Allah dengan seorang hamba yang shalih. Seseorang yang dapat mengajarkan kepadanya ilmu yang tidak dapat ia pelajari, yaitu ilmu ladunni. Ilmu ini hanya diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.
Mengapa kisah Musa banyak berulang di al-Quran? Apa latar belakangnya? Bismillah was shalatu was salamu ala Rasulillah, wa ba’du, Musa alaihis salam adalah nabi paling mulia di kalangan Bani Israil. Beliau bergelar kalimullah – orang yang diajak bicara langsung oleh Allah di dunia –. Dan beliau termasuk salah satu nabi ulul azmi. Dalam al-Quran, perjalanan beliau paling banyak disebutkan oleh Allah, setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Sebagian yang menghitung, nama beliau disebutkan sebanyak 136 kali dalam al-Quran. Kisah Musa Allah sebutkan secara terperinci ada di 4 surat al-Baqarah, al-A’raf, Thaha, dan al-Qashas. Umat beliau, Bani Israil, adalah umat yang paling afdhal di zamannya. Allah berfirman, يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan ingatlah pula bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. QS. al-Baqarah 47 Dan perlu dipahami, umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam lebih baik dari mereka. Karena Allah sebut umat Muhammad sebagai khoiru ummah. Allah berfirman, كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ “Kalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia.” QS. Ali Imran 110. Agar Direnungkan Ketika kisah Musa banyak disebutkan dalam al-Quran, menunjukkan bahwa Allah menghendaki agar kita banyak merenungkan perjalanan hidupnya. Mengambil pelajaran tentang bagaimana ujian berat yang dialami Musa. Dari mulai menghadapi Firaun, hingga menghadapi Bani Israil yang keras kepala. Allah sebut Musa dalam al-Quran, sebagai Nabi yang mendapatkan banyak ujian, وَفَتَنَّاكَ فُتُونًا “Aku akan mengujimu dengan berbagai macam ujian.” QS. Thaha 40 Ujian yang dialami Musa adalah ujian menjalani hidup di tengah masyarakat. Bukan ujian kemiskinan, ujian sakit, atau musibah bencana alam. Yang ujian ini, sangat mirip dengan apa yang akan dialami Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan kaum muslimin yang menjadi umatnya. Said bin Jubair pernah bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, apa yang dimaksud futun banyak ujian. Lalu Ibnu Abbas membaca ayat-ayat yang menceritakan Musa dari awal. Beliau sebutkan kisah Firaun, upaya pembantaian yang dia lakukan terhadap bayi lelaki, kemudian kisah Musa dilempar di sungai dan ditemu oleh keluarga Firaun. Kemudian kisah Musa menarik jenggotnya firaun, hingga Musa diberi pilihan antara kurma dan bara. Termasuk kisah dia membunuh orang mesir, lalu dia lari ke Madyan dan menikah dengan salah satu putri orang tua di Madyan. Kemudian Musa kembali ke Mesir, dan beliau salah jalan di kegelapan malam, hingga beliau melihat api dan mendapat wahyu dari Allah. Kata Ibnu Zubair, وكان عند تمام كل واحدة منها يقول هذا من الفتون يا ابن جبير Setelah Ibnu Abbas menyebutkan semuanya, dia mengatakan, “Inilah fitnah-fitnah itu wahai Ibnu Jubair.” Tafsir Ibn Katsir, 5/285. Allahu a’lam. Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits Dewan Pembina Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi 081 326 333 328 DONASI hubungi 087 882 888 727 REKENING DONASI BANK SYARIAH INDONESIA 7086882242 YAYASAN YUFID NETWORK Kode BSI 451 🔍 Ciri Ciri Orang Ldii, Potong Rambut Bayi Menurut Islam, Silaturahim Atau Silaturahmi, Amalan Masuk Surga Firdaus, Cerita Syekh Siti Jenar, Makna Sholat Istikharah KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO CARA SHOLAT, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28
loading...Surat al-Washah ayat 23-28 berkisah tentang pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Syuaib. Foto/Ilustrasi Ist Surah al-Qashash ayat 1-50 berisi kisah tentang Nabi Musa as mulai dari dilahirkan hingga perlawanannya terhadap Fir’aun . Dalam kisah tersebut terdapat cerita tentang Nabi Musa as menikah dengan salah satu putri Nabi Syu’aib as. Kisah ini terekam dalam QS al-Qashash ayat 23 – 28. Pada ayat 23 Allah SWT berfirmanوَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ“Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan ternaknya, dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat ternaknya. Musa berkata “Apakah maksudmu dengan berbuat begitu?” Kedua wanita itu menjawab “Kami tidak dapat meminumkan ternak kami, sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan ternaknya, sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.” Baca Juga Ayat di atas memulai kisah perjumpaan Nabi Musa as dengan dua perempuan yang sedang menggembala ternak dan hendak memberikan minum ternak mereka. Sebagaimana dapat dibaca dalam terjemah ayat, kedua perempuan tersebut menunggu para penggembala lain agar bisa meminumkan air bagi ternak-ternaknya. Pada ayat sebelumnya diceritakan bahwa Nabi Musa as sedang dalam pelarian dari kejaran tantara Firaun. Di tengah kejaran tersebut, sampailah Nabi Musa as di kota Madyan dan bertemu dengan dua perempuan sebagaimana diceritakan pada ayat dalam Ma’alim al-Tanzil fi Ta’wil al-Quran menyebutkan bahwa kota Madyan diambil dari nama seorang figur bernama Madyan bin Ibrahim. Wildan Imaduddin Muhammad, peneliti di el-Bukhari Institute, dalam laman Tafsir Al-Quran mengatakan tidak ada keterangan terkait apakah Ibrahim yang menjadi bapak Madyan ini adalah Nabi Ibrahim atau bukan. Masih menurut al-Baghawi, keadaan Nabi Musa sesampainya di Madyan tidak memiliki apa pun. Sedangkan ia telah menempuh perjalanan dari Mesir ke Madyan kurang lebih delapan hari delapan keadaan lelah baik secara fisik maupun psikis itulah, nabi Musa as bertemu dengan dua orang perempuan yang sedang menggembala kambing sebagaimana tertera pada ayat. Menurut keterangan al-Thabari dalam tafsirnya, dua perempuan yang ditemui Nabi Musa bernama Layya dan Shafura. Sosok Layya dan Shafura pada ayat ini mencerminkan dua perempuan independen yang mengerjakan pekerjaan “maskulin” pada masa itu. Baca Juga Setelah mengetahui dua perempuan memerlukan bantuan, Nabi Musa as menolong mereka. Hal ini tertuang dalam ayat 24فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ“Maka dia Musa memberi minum ternak kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan makanan yang Engkau turunkan kepadaku.”Menurut Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghayb ada perbedaan pendapat mengenai cara Nabi Musa as memberikan minum kepada kambing peliharaan Layya dan Shafura. Pendapat pertama mengatakan bahwa Nabi Musa meminta kepada kelompok lelaki yang sedang meminumkan kambing untuk berbagi air sumur dan mereka dengan sukarela membagikan air tersebut kepadanya. Kemudian nabi Musa memberikan air minum untuk ternak Layya dan Shafura. Pendapat kedua, orang-orang yang menguasai sumur dengan sengaja menutup mulut sumur dengan batu besar agar ternak lain tidak bisa minum dari air sumur tersebut. Batu besar yang dijadikan penutup hanya bisa dipindahkan oleh sepuluh orang. Nabi Musa as dengan mudah memindahkan batu tersebut.
Tongkat Nabi Musa 'alaihissalam Nabi Musa alaihissalam adalah tokoh yang paling banyak disebut di dalam Al-Quranul Karim dibandingkan lainnya. Kisah Nabi Musa alaihissalam pun hampir terdapat di setiap surah Al-Quran, terlebih lagi di surah-surah yang ayatnya panjang dan banyak. Siapa yang tidak mengenal sosok Musa alaihissalam? Beliau merupakan tokoh utama menurut agama Yahudi sekaligus diimani 3 agama Samawi Yahudi, Nasrani dan Islam. Ketiga agama Samawi sepakat bahwa Nabi Musa alaihissalam saat kecilnya diasuh oleh Fir’aun, lalu saat besarnya dia melawan Fir’aun yang saat itu berbuat zalim sampai-sampai menganggap dirinya tuhan. Musa berkata "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya Itulah Tuhanmu jika kamu mempergunakan akal." Fir'aun berkata "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan." Asy-Syu’araa’ 28-29 Kesombongannya, ketamakannya, kekejamannya membuat banyak orang takut terhadap Fir’aun, akan tetapi Nabi Musa alaihissalam bersama saudaranya Nabi Harun alaihissalam mendapat tugas dari Allah untuk mendakwahi Fir’aun agar kembali ke jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah di dalam Taurat. Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku; Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; Thaahaa 42-43 Untuk membuktikan kerasulan Nabi Musa alaihissalam, Allah Azza Wa Jalla mengaruniakannya 9 buah mukjizat, dan salah satunya adalah tongkat beliau. Pada tulisan ini akan dibahas sedikit mengenai tongkat Nabi Musa alaihissalam di dalam Al-Quranul Karim. Beberapa fungsi tongkat Nabi Musa alaihissalam Berkata Musa "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul daun dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya." Thaahaa 18 Salah satu fungsi tongkat Nabi Musa alaihissalam adalah digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah untuk memukul daun untuk memberi makan kambing beliau alaihissalam. Tongkat Nabi Musa alaihissalam berubah menjadi ular Saat Fir’aun berhadapan dengan Nabi Musa alaihissalam, Fir’aun pun menantang Nabi Musa alaihissalam untuk membuktikan kebenaran ajaran yang beliau bawa. Fir'aun berkata "Datangkanlah sesuatu keterangan yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar." Asy-Syu’araa’ 31 Maka Allah mewahyukan kepada Nabi Musa alaihissalam untuk menjatuhkan tongkatnya Dan Kami wahyukan kepada Musa "Lemparkanlah tongkatmu!." Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Al-A’raaf 118 Lalu Nabi Musa alaihissalam pun menjatuhkan tongkat beliau yang berada di tangannya. Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang nyata. Asy-Syu’araa’ 32 Di ayat lain, Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. Al-A’raaf 107 Tongkat Nabi Musa alaihissalam pun memakan semua tongkat para penyihir Fir’aun yang disihir seolah-olah tampak seperti ular, Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu Asy-Syu’araa’ 45 Maka para tukang sihir Fir’aun pun takjub dan langsung bersujud seraya berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud kepada Allah, mereka berkata "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, yaitu Tuhan Musa dan Harun." Asy-Syu’araa’ 46-48 Tongkat Nabi Musa alaihissalam membelah lautan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan Nabi Musa alaihissalam untuk pergi bersama orang-orang yang beriman bersamanya pada malam hari. Dan Kami wahyukan perintahkan kepada Musa "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku Bani Israil, karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli." Asy-Syu’araa’ 52 Fir’aun yang mengetahui hal tersebut pun berusaha mengejar Nabi Musa alaihissalam bersama umatnya, sampai-sampai umat Nabi Musa alaihissalam berkata bahwa Fir’aun akan menyusuli mereka. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul." Asy-Syu’araa’ 61 Tapi Nabi Musa alaihissalam percaya janji Allah adalah benar bahwa Allah akan senantiasa bersamanya, dan dengan kebulatan tekat Nabi Musa alaihissalam meyakinkan umatnya, Musa menjawab "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." Asy-Syu’araa’ 62 Lalu Allah pun mewahyukan kepada Nabi Musa alaihissalam untuk memukul lautan dengan tongkatnya, sehingga dengan izin Allah lautan tersebut terbelah begitu besar. Lalu Kami wahyukan kepada Musa "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Asy-Syu’araa’ 63 Maka Nabi Musa alaihissalam bersama umatnya pun melintasi lautan tersebut dengan keselamatan yang diberikan Allah Ta’ala. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Asy-Syu’araa’ 65 Ketika Nabi Musa alaihissalam dan umatnya sudah melewati lautan itu, maka Allah sengaja membiarkan lautan tersebut tetap terbelah lalu ketika Fir’aun dan bala tentaranya sudah tiba di lautan tersebut, maka Allah pun menutup lautan itu kembali dan alhasil Fir’aun dan bala tentaranya pun ditenggelamkan Allah Ta’ala. dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan." Ad-Dukhaan 24 Pada saat itu barulah Fir’aun meyakini bahwa ajaran Nabi Musa alaihissalam adalah benar dan meyakini bahwa Tuhan yang berhak disembah adalah Allah Azza Wa Jalla Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas mereka; hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri kepada Allah." Yunus 90 Akan tetapi Allah tidak menerima taubatnya, Apakah sekarang baru kamu percaya, padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Yunus 91 Dan Allah menjadikan tubuhnya tetap utuh sampai saat ini agar menjadi pelajaran bagi orang-orang sesudahnya. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Yunus 92 Dan jasad Fir’aun saat ini dapat kita lihat di museum Mesir. Ini adalah salah satu tanda kebenaran Al-Quran dan tidak ada keraguan kepadanya. Itulah penjelasan singkat beberapa hal mengenai tongkat Nabi Musa alaihissalam. Sudah seharusnya kita mengambil banyak hikmah dan pelajaran dari kisah Nabi Musa alaihissalam di dalam Al-Quran, salah satunya adalah bahwa orang yang berada di jalan Allah akan menang dan akan diselamatkan Allah dengan cara Allah, sedangkan orang yang ingar akan kalah dan Allah menyediakan azab baginya. Semoga bermanfaat.
kisah bergurunya nabi musa alaihissalam disebutkan dalam alquran surah